Home Review Kuliner Kerak Telor dan Kepemimpinan

Kerak Telor dan Kepemimpinan

by Sue Gordon

Warga Daerah Khusus Ibukota Jakarta khususnya Betawi pasti tidak asing dengan jajanan ini, kerak telor. Pedagang makanan ini biasanya berusia lanjut. Semakin berumur, semakin bijaksana pula memberikan pelayanan terhadap konsumen. Di era modern seperti ini, tidak banyak penjual yang masih bertahan. Banyak pedagang yang gulung tikar karena tergerus oleh perkembangan jaman dan teknologi. Hal ini karena bahan pembuatan yang tidak tahan lama serta tempat pedagang berjualan yang terkesan memprihatinkan

Pemandangan yang pasti jauh berbeda dengan pedagang makanan di mall dan restaurant yang menunjukkan sisi modern. Pada acara Pekan Raya Jakarta, para pedagang ini berlomba untuk menjajakan dagangannya. Bahan makanan ini sangat sederhana, antara lain: beras ketan, telur, udang kering, dan bawang goreng. Semua bahan ini dicampur bersama kelapa sangrai, cabai, jahe, merica, kencur, garam, dan gula pasir secukupnya. Cara menghidangkannya sangat sederhana dan butuh kesabaran untuk dapat menikmatinya

Dari jajanan ini sebenarnya ada hal yang bisa diambil dan dipelajari, mulai dari bahan dan proses pembuatannya. Kerak telor menggambarkan sikap pemimpin. Bahan yang pertama yaitu ketan. Ketan memiliki tekstur yang kenyal dan memimpin seluruh rasa dari jajanan tersebut. Seorang pemimpin harus merangkul seluruh masyarakat, termasuk bawahan pada kepemimpinannya. Dan juga harus mampu menyesuaikan diri pada semua unsur di masyarakat. Sebagai contoh, saat sedang berbicara pada kelompok di pesantren, dia mampu berbicara mengenai agama.

Baca Juga: Enaknya Kerak Telor, Masakan Tradisional Khas Betawi

Bahan selanjutnya yaitu telor yang merupakan bahan pokok dari makanan ini. Beberapa pedagang biasanya menggunakan telur bebek, namun ada juga yang menggunakan telur ayam. Telur dapat menyatukan bahan-bahan lainnya. Seorang pemimpin harus mampu menyatukan keberagaman masyarakat yang ia pimpin. Hal ini bertujuan agar seluruh masyarakat dapat saling bekerja sama tanpa harus saling melepaskan satu sama lain. Bumbu yang ada pada jajanan ini juga mempunyai nilai yang dapat diambil. Rasa gurih dan pedas yang dimunculkan berarti bahwa seorang pemimpin harus dapat memberikan senyuman, perlindungan, dan kehangatan kepada rakyatnya. Namun jika menemui tindak pelanggaran, pemimpin harus dengan tegas menegur atau bahkan menghukum orang yang bersalah.

Hal yang dapat diambil selanjutnya dari makanan ini adalah cara membuatnya. Yang perlu diperhatikan pertama kali ada waktu memasak. Jika jajanan ini belum terlalu matang, jangan dibalik terlebih dahulu karena akan membuat makanan ini hancur. Sama seperti pemimpin, jika memang dirasa belum pantas menjadi pemimpin sebaiknya jangan memilihnya untuk menjadi seorang pemimpin. Dikhawatirkan akan terjadi kehancuran pada daerah yang ia pimpin. Jika terlalu lama dimasak tanpa dibalik tentu makanan ini akan hangus dan tidak enak untuk dimakan. Memimpin bukannya hal yang mudah, perlu kematangan, kesabaran, dan kejujuran yang tinggi. Sama halnya dengan penjual kerak telor saat ini.

]]>

You may also like

Leave a Comment