Home Review Kuliner Inilah Sejarah Dibalik Kelezatan Sate Maranggi

Inilah Sejarah Dibalik Kelezatan Sate Maranggi

by Sue Gordon
Inilah Sejarah Dibalik Kelezatan Sate Maranggi

Sate maranggi adalah salah satu kudapan khas Purwakarta. Rasanya terbilang unik karena cara menghidangkannya tanpa menggunakan saus kacang layaknya sate pada umumnya. Selain itu, keunikan sate maranggi ini terletak pada bahan utama sate yang merupakan daging sapi. Bukannya daging kambing ataupun daging ayam seperti sate kebanyakan. Tetapi ada juga yang mengganti sate maranggi dengan daging kambing atau daging ayam juga.

Inilah Sejarah Dibalik Kelezatan Sate Maranggi

Selain itu, hal yang membuat sate maranggi beda dengan sate lainnya ialah cara memasaknya. Sate maranggi ini sebelum siap dibakar, dagingnya direndam terlebih dahulu bersama bumbu rempah-rempah pilihan. Nah, karena itulah sate maranggi tidak perlu dihidangkan bersama saus kacang.

Meskipun begitu, sate maranggi sudah terasa manis, legit, serta sedap karena perendaman yang dilakukan sebelumnya. Sebagai penggantinya, sate maranggi ini di hidangkan bersama sambal oncom. Adapun untuk menikmati sate maranggi, anda bisa menyantapnya dengan nasi putih hangat. Tak hanya ada nasi putih, sate maranggi juga biasa dihidangkan dengan ketan bakar untuk menu pelengkapnya.

Biasanya di cianjur ditawarkan sate maranggi dengan pilihan rasa 2 macam. Yakni sate maranggi dari daging sapi berlemak dan juga tanpa lemak. Kenikmatan itu bisa anda nikmati dengan harga cukup terjangkau. Karena per tusuknya hanya di bandrol sekitar 3000an. Biasanya minuman pelengkapnya adalah the khas dari jawa barat.

Untuk membuat sate maranggi yang nikmat, anda perlu menyiapkan beberapa bahan seperti daging sapi, dada ayam yang di fillet, kulit ayam, ketumbar, bawang putih, bawang merah, cabai rawit, gula merah, asam jawa, serta nanas yang di parut.

Cara membuatnya juga sangat mudah anda hanya perlu menghaluskan bumbu diatas selain nanasnya. Jika bumbunya sudah halus, baru balurkan semuanya pada daging ayam maupun kulitnya. Diamkan selama 2 jam lalu tusuk daging ayam dan kulit ayam di seling seling dan sisihkan dulu.

Untuk daging sapinya, lumuri dulu dengan parutan nanas supaya dagingnya empuk. Kemudian tunggulah beberapa waktu dan tusuk dengan tusuk sate. Jika semuanya sudah selesai, anda tinggal membakar satenya dan di balik supaya tidak ada daging yang gosong.

Sebenarnya sate maranggi ini awalnya tidak dibuat dari daging sapi atau daging kambing seperti sekarang ini. Pedagang sate maranggi ini awalnya seorang pendatang dari tiongkok yang telah menetap di Indonesia terutama di wilayah jawa barat. Rasa khas rempah sebagai bumbu sate maranggi merupakan salah satu cirri makanan khas dari tiongkok.

Dahulu sate maranggi ini dibuat dari daging babi. Tetapi setelah ajaran islam di Indonesia mulai berkembang, maka banyak penduduk belajar agama islam secara mendalam. Nah, sejak itu daging babi sebagai pembuat sate maranggi diganti daging sapi, daging kambing, maupun daging ayam.

Baca Juga:   Ingin Sehat? Hindari Makanan Berkolesterol Tinggi Berikut Ini

Artikel Lainnya

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More