Home Resep Masakan Tips Memilih Daging Sapi Segar dan Berkualitas Bagus

Tips Memilih Daging Sapi Segar dan Berkualitas Bagus

by Sue Gordon

Daging merupakan protein hewan yang memiliki harga tinggi, namun kelezatan setelah dimasak membuat semua orang menyukainya. Daging yang banyak digunakan di Indonesia, yaitu daging sapi dan daging ayam. Bahkan setiap harinya harga dua komoditi tersebut dipantau langsung oleh pemerintah, mau mendapatkan daging sapi dengan kualitas bagus? Jangan hanya berpatokan pada harga, belum tentu daging segar harus dengan harga tinggi, namun patut curiga jika ada penjual daging menawarkan harga murah dan diberikan banyak bonus tambahan.   Pedagang daging di pasar tradisional selalu menggantung dagangannya, hal ini menunjukkan jika sapi di potong secara tepat. Pasalnya ada pedagang nakal yang memotong sapi dengan tambahan air, sehingga jumlah daging yang dihasilkan lebih banyak dan mendapatkan keuntungan lebih besar. Apakah harus belanja di swalayan modern dengan harga lebih tinggi? Tetap bisa mendapatkan daging dengan kualitas bagus di pasar tradisional, berikut ini beberapa tips untuk memilih daging yang kualitas bagus:  

  • Warna potongan daging. Hal pertama untuk melihat apakah daging segar dan berkualitas bagus adalah warna daging yang masih merah menyala, untuk bagian khas dalam tanpa adanya lemak ini akan terlihat lebih jelas. Hindari daging yang sudah berwarna pucat dan tidak bersih, bisa jadi ini stok daging beberapa hari yang lalu.
  • Bau daging. Tanpa menyentuh langsung, sudah bisa tahu apakah daging bagus atau tidak dari aromanya, daging segar akan berbau khas daging, sedangkan untuk daging busuk, baunya sedikit penyengat dan banyak dikerubungi lalat. Itulah kenapa, membeli di pasar tradisional lebih menguntungkan, karena daging terbuka dan bisa dilihat langsung, tidak seperti daging di swalayan.
  • Tekstur daging. Masih belum yakin apakah ini daging sapi berkualitas bagus, silahkan pegang daging. Jika baru, maka teksturnya kenyal dan semakin menekan tidak akan lembek. Lain halnya dengan daging kemarin atau sudah mulai membusuk, selain banyak terdapat lalat di sekelilingnya, saat ditekan sangat empuk rasanya.
  • Menjual daging dengan cara digantung. Kini banyak daging berair karena kecurangan saat proses pemotongan, sapi akan diberikan air sangat banyak hingga mati dengan sendirinya. Hal tersebut, ternyata bisa membuat berat daging bertambah namun tidak bisa di gantungkan karena air semakin menetes. Apalagi jika dalam ruangan terbuka tanpa pendingin, jika ingin memesan dalam jumlah banyak, pastikan daging tidak di luar ruangan terlalu lama.
  • Mendapatkan izin penjualan yang sah. Setiap penjual daging harus pendaftaran diri dahulu sebelum pemotongan, jangan gunakan hewan yang sedang hamil dan menyusui. Selain itu, Majelis Ulama Indonesia juga memberikan jaminan halal pada beberapa produk makanan, memiliki sertifikat halal dari MUI akan mempermudah pemasaran, pasalnya mengikuti aturan islam dimana Indonesia dengan jumlah pemeluk agama islam paling banyak.
  Bukan hal sulit membedakan mana daging sapi baru dan berkualitas premium, dari daging sisa olahan kemari yang mulai membusuk. Anda harus tahu kenapa tampilan daging di swalayan sangat bagus, karena terdapat lampu di bagian atas mesin pendingin. Lebih baik membeli langsung di rumah pemotongan hewan, dimana sudah terjamin kesehatan hewannya.]]>

Baca Juga:   Camilan Unik Khas Bandung yang Bikin Kamu Pengin Mudik

Artikel Lainnya

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More