Home Peralatan Dapur Pastikan Menggunakan Kompor Gas Sesuai dengan Standar Keamanan

Pastikan Menggunakan Kompor Gas Sesuai dengan Standar Keamanan

by Sue Gordon
kompor gas

Kompor gas kini sudah menjadi salah satu media memasak yang umum digunakan setelah sebelumnya banyak yang menggunakan kompor minyak. Kompor dengan bahan bakar gas ini memang lebih praktis dan mudah untuk digunakan mengingat hanya perlu memutar tuas ketika akan menyalakannya. Hal ini berbeda dengan penggunaan kompor minyak dimana pengguna harus menyulut sumbu dengan api terlebih dahulu demi bisa menyalakan api.

Namun di balik kemudahan penggunaannya, ternyata banyak sekali resiko yang bisa timbul akibat dari kompor gas ini. Pasti Anda kerap sekali mendengar berita mengenai ledakan yang diakibatkan oleh kebocoran gas atau sebab lainnya yang terkait dengan kompor ini. Hal ini memang menjadi momok tersendiri untuk semua orang mengingat kompor menjadi alat penting untuk memasak di kehidupan sehari-hari.

Berikut ini beberapa faktor yang menjadi sebab banyaknya kasus ledakan akibat tabung gas:

  • Kelalaian manusia yang meliputi penggunaan yang tidak sesuai standar keamanan.
  • Produk yang tidak layak pakai yang biasanya tidak memiliki label SNI
  • Akibat ulah oknum yang ingin menambah keuntungan dengan cara mengoplos tabung gas.

Untuk alasan pertama, Anda bisa meminimalisir nya dengan memastikan bahwa pemakaian tabung gas sesuai dengan standar keamanan, yaitu dengan cara berikut ini:

  • Tempatkan tabung Anda dengan posisi tegak dan di permukaan yang rata. Hal ini menghindarkan dari longgarnya regulator yang bisa menjadi sebab kebocoran.
  • Usahakan agar dapur atau tempat meletakkan tabung tersebut memiliki sistem pentilasi udara yang baik sehingga kandungan gas yang mungkin bocor bisa lebih menguap dan tidak terjebak di ruangan itu saja.
  • Hindarkan dari listrik dan panas api. Salah satunya adalah menghindarkan kompor dari tabung gasnya. Jangan meletakkan terlalu dekat.
  • Pastikan ketika pemasangan regulator, bahwa selang dan karet telah terpasang dengan baik. Selain itu penguncian juga harus kuat sehingga meminimalisir kebocoran gas yang terjadi.
  • Gunakan selang yang memakai besi pelindung sehingga aman dari gangguan binatang pengerat seperti tikus.
  • Apabila api tidak mau menyala, maka jangan menusuk value tabung. Usahakan untuk melakukan pengecekan ulang sehingga keamanan tetap terjaga. Caranya, Anda bisa mengetuk selang dengan pelan agar gas bisa tersalur dengan lebih baik.
  • Sebelum menyalakan kompor, jangan sampai ada bau gas yang menyengat karena ini bisa menjadi salah satu tanda bahaya.
  • Apabila terjadi kebocoran gas, maka segera lepas regulator dan bawalah tabung gas tersebut ke tempat yang terbuka. Selain itu jauhkan dari sumber listrik dan api.
Baca Juga:   Manfaat Pernak Pernik Dapur yang Unik

Selain itu, Anda juga wajib membeli kompor dan perlengkapan lengkapnya dengan label SNI sehingga memastikan jaminan mutu dari benda tersebut. Dalam pembelian gas isi ulang, Anda juga perlu berhati-hati dari oknum yang memanfaatkan situasi dengan mengoplos tabung. Berikut ini ciri-ciri tabung hasil oplosan:

  • Tabung hasil oplosan biasanya tidak mulus seperti tabung biasa dimana banyak sekali yang penyok dan mengelupas, bahkan segel nya juga kerap robek atau kendur.
  • Tabung yang di oplos umumnya tidak memiliki label SNI atau Pertamina. Hal ini berbeda dengan tabung asli yang memiliki tulisan tersebut.
  • Tabung gas asli 3 kg memiliki berat 8 kg, sedangkan tabung gas ukuran 12 kg memiliki berat 27,2 kg. Jika kurang dari itu, maka kembalikan lagi ke penjual.
  • Plastik segel pada tabung oplosan umumnya kendor dan rusak sehingga mudah digeser ketika akan dipasangi regulator penyambung kompor gas.

 

Artikel Lainnya

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More