Home Tips dan Trik Inilah Proses Panjang Pembuatan Kopi Luwak yang Nikmat

Inilah Proses Panjang Pembuatan Kopi Luwak yang Nikmat

by Sue Gordon
Kopi Luwak

Indonesia merupakan satu dari banyaknya negara yang dapat menghasilkan kopi dalam jumlah yang beras. Beragam jenis kopi yang di produksinya dan satu diantaranya adalah kopi luwak yang pada dasarnya merujuk pada jenis kopi yang telah dimakan hewan luwak. Sistem pencernaan pada hewan tersebut yang sangat sederhana ternyata tidak menjadikan biji kopi yang dimakannya dicerna dengan sempurna. Jadi setelah keluar bersamaan dengan kotoran, biji kopi yang mempunyai tekstur keras tersebut masih tetap utuh namun sudah mengalami proses fermentasi yang pajang secara alami.

Kopi Luwak Coklat

Luwak merupakan binatang pemakan tumbuhan baik itu buah-buahan ataupun sayur-sayuran. Dan kelebihan utama pada hewan luwak adalah mempunyai indra penciuman yang sangat tajam jadi bisa membedakan mana biji kopi yang telah matang dan mana yang belum matang sempurna. Para luwak hanya akan memakan biji yang memiliki tingkat kematangan yang baik, makanya biji yang dihasilkan dari pencernaan luwak mempunyai rasa yang sangat kuat serta aroma yang harum dan tajam. Nah, jika Anda ingin mengetahui setiap proses pembuatannya, berikut ini ada penjelasan setiap tahapan yaitu:

  1. Memetik buah kopi. Proses pertama yang perlu dilakukan adalah pemetikan buah kopi yang dilakukan dengan pemilihan buah-buah yang telah matang sempurna. Ciri secara fisik dari buah tersebut adalah dari warna merah tua, teksturenya lebih lunak, dan dari aromanya sangat tajam semerbak. Seluruh hasil pemetikan dikumpulkan menjadi satu dan dilakukan penyortiran kembali untuk membedakan mana yang telah matang dan masih mentah. Seperti yang diketahui bahwa hewan luwak hanya memakan biji yang telah matang.
  2. Memberi biji kopi kepada hewan luwak. Yang kedua adalah proses pemberian biji kopi kepada hewan luwak, waktu pemberian ini dilakukan pada pagi ataupun sore malam hari. Karena pada siang harinya luwak akan diberi makan buah ataupun sayur-sayuran supaya tidak merasa bosan. Pemberian biji tersebut dilakukan pada satu wadah tertentu jadi supaya kopi luwak tidak berceceran. Selain itu pastikan suasana dalam kandang luwak tetap tenang dan nyaman supaya hewan tidak merasa terganggu.
  3. Mengumpulkan kotoran. Nah, inilah proses yang banyak mengatakan menjijikkan tetapi jika Anda melihat potensi keuntungan yang didapatkan mungkin perkataan itu akan beralih menjadi menguntungkan. Supaya tetap aman dalam proses ini Anda diharuskan mengenakan pelindung seperti alat sarung, masker ataupun lainnya.
  4. Membersihkan biji kopi. Selanjutnya adalah proses pembersihan dengan menggunakan air yang mengalir, cara ini dilakukan untuk memisahkan biji kopi dari berbagai kotoran yang menempel. Pencucian tersebut dilakukan tidak hanya dalam sekali waktu tetapi berkali-kali sampai dengan benar-benar bersih. Warna yang kuning dan bau semerbak merupakan ciri dari biji kopi yang telah bersih.
  5. Mengeringkan biji kopi. Ini merupakan proses terakhir dalam pembuatan kopi yang berasal dari luwak sebelum akhirnya siap untuk digiling. Cara ini akan lebih baiknya dilakukan secara alami yaitu menggunakan sinar matahari langsung. Karena dilakukan secara alami dan dengan bantuan alat pengering akan menghasilkan kualitas kopi yang berbeda.
Baca Juga:   3 Manfaat Utama dari Salad Buah untuk Diet

Coffee Luwak

Di Indonesia sendiri jenis kopi dari luwak ini sering dipasarkan dengan bentuk yang masih berbiji utuh. Hal ini bertujuan untuk menjaga cita rasa serta aroma dari kopi supaya tidak mengalami perubahan dalam proses pemasaran. Karena terkadang untuk kopi luwak yang telah menjadi bubuk akan kehilangan sensasi dari rasa dan aromanya akibat paparan sinar matahari atau udara.

]]>

Artikel Lainnya

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More