Home Makanan Sehat Bukan Hanya Gula Pasir, Ini Berbagai Jenis Gula Lainnya

Bukan Hanya Gula Pasir, Ini Berbagai Jenis Gula Lainnya

by Erin Nuzulia

Siapa yang tidak mengenal gula pasir? Pemanis ini jamak ditemui di kehidupan sehari-hari. Hampir seluruh masakan dan minuman membutuhkan benda ini untuk menambah rasa. Meski begitu, di masa-masa tertentu seperti terjadinya pandemi Covid-19 ini, gula pasir murah semakin sulit ditemui. Harga gula pasir melonjak naik dan ketika membeli, setiap orang biasanya dibatasi jumlah pembeliannya.

Mungkin Anda hanya mengenal gula pasir saja. Nyatanya ada banyak sekali jenis gula di sekeliling kita yang biasa digunakan untuk memasak juga sebagai campuran minuman loh. Berikut adalah berbagai jenis gula yang wajib Anda tahu!

Bukan Hanya Gula Pasir, Ini Berbagai Jenis Gula Lainnya

  1. Gula Pasir

Gula pasir adalah jenis gula yang paling dikenal di masyarakat Indonesia. Gula pasir terbuat dari air tebu yang direbus hingga mencapai kekentalan tertentu lalu dihaluskan hingga menjadi butiran gula yang berbentuk pasir. Gula pasir dikenal sebagai salah satu bahan pemanis yang multifungsi karena bisa digunakan sebagai pemanis makanan, minuman, kue, bahkan berfungsi sebagai penyedap masakan layaknya MSG.

  1. Gula Batu

Gula yang juga berasal dari larutan air tebu yang direbus ini berbentuk kristal yang cukup besar, sebesar batu kerikil. Gula batu ini bertekstur sangat keras dan sulit larut di dalam air. Biasanya gula batu digunakan sebagai pemanis minuman layaknya teh dan kopi. Tidak jarang, ada juga yang menyantap gula batu secara langsung, layaknya mengemut permen, pasca mengonsumsi minuman tradisional yang pahit seperti jamu.

  1. Gula Kastor

Memiliki tampilan yang mirip dengan gula halus, gula kastor memiliki tekstur yang jauh lebih halus daripada gula halus. Meski begitu, butiran halus dari gula kastor masih tampak terlihat. Biasanya gula kastor dipakai sebagai campuran icing dan whipped cream yang digunakan untuk menghias aneka ragam kue.

  1. Gula Merah

Gula merah disebut juga dengan gula jawa, dikenal sebagai salah satu pemanis tradisional yang banyak digunakan sebagai pemanis berbagai makanan daerah di Indonesia. Berbeda dari gula pasir, gula merah terbuat dari air buah aren atau air kelapa yang direbus sampai kecokelatan. Gula merah memiliki tekstur yang sangat keras dengan rasa yang tidak semanis gula pasir. Rebusan air gula merah juga biasanya digunakan sebagai penawar rasa pahit setelah mengonsumsi jamu.

  1. Gula Kristal

Gula kristal memiliki tekstur yang mirip dengan gula pasir, tetapi dengan ukuran dan tekstur yang lebih kasar. Gula kristal sulit meleleh ketika dipanaskan sehingga sering dipakai sebagai taburan kue dan kukis. Dalam penggunaannya sebagai taburan kue, gula kristal kadang dicampur dengan pewarna makanan sehingga tampilannya lebih cantik dan menarik.

  1. Gula Bubuk

Gula ini dikenal sebagai gula pasir yang dihaluskan hingga teksturnya menjadi seperti tepung. Gula ini kadang juga disebut sebagai gula tepung. Agar tidak menggumpal, saat pembuatannya gula pasir telah digiling sampai halus akan dicampurkan dengan tepung jagung. Selain agar tidak menggumpal, pencampuran tersebut juga dimaksudkan agar rasa gula bubuk tidak terlalu manis. Biasanya gula bubuk dipakai untuk hiasan atau taburan pada kue seperti pada donat atau kue putri salju.

  1. Brown Sugar

Gula cokelat ini terbuat dari gula pasir yang dicampurkan dengan sari tebu berwarna cokelat gelap dengan tekstur yang sangat kental atau molase. Brown sugar memiliki wangi karamel, bertekstur agak basah, dan lengket saat disentuh tangan. Berbagai kue dan rotiĀ  biasanya dibuat menggunakan gula cokelat ini karena memiliki aroma yang lebih unik dibanding menggunakan gula pasir biasanya.

Baca Juga:   Manfaat Aneka Olahan Kentang untuk Tubuh Kita

Artikel Lainnya

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More