Home Review Kuliner 7 Fakta Dibalik Kemewahan Makanan Mahal ‘Kaviar’

7 Fakta Dibalik Kemewahan Makanan Mahal ‘Kaviar’

by Sue Gordon
7 Fakta Dibalik Kemewahan Makanan Mahal ‘Kaviar’

Kaviar merupakan menu berbahan telur ikan betina jenis sturgeon. Sekilas, ukurannya yang hanya berupa butiran kecil tidak terlihat istimewa. Namun, saat ini kaviar termasuk dalam makanan mewah yang sulit ditemukan. Ternyata, kemewahan kaviar memang bukanlah hal baru. Berikut fakta-fakta dibalik kemewahan makanan mahal kaviar: 7 Fakta Dibalik Kemewahan Makanan Mahal ‘Kaviar’

  1. Salah satu makanan tertua di dunia
Kaviar sudah menjadi incaran sejak zaman Yunani kuno jauh sebelum dijadikan sebagai sajian utama perjamuan kerajaan-kerajaan dunia. Pemburuan kaviar telah dilakukan sejak zaman nenek moyang hingga saat ini. Hal tersebut membuat kaviar menjadi salah satu makanan tertua selain tiram.
  1. Diperoleh dari laut dalam
Cara memperolehnya yang tidak mudah menjadi salah satu alasan kenapa kaviar termasuk dalam kategori makanan mahal. Biasanya kaviar baru bisa diperoleh setelah menyelam ke laut dalam. Meskipun tidak mudah ditemukan, pemburuan tersebut mengancam populasi ikan sturgeon. Ikan sumber kaviar dengan panjang 13 kaki ini dikategorikan sebagai hewan langka yang hampir punah.
  1. Rusia, negara pertama yang mengenalkan kemewahan kaviar
Kaviar dan Rusia merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Popularitas kaviar tidak lepas dari peran negara Rusia. Berawal dari ketertarikan para aristokrat akan keberadaan kaviar pada masa Batu Khan (1205-1255) menjadikannya sebagai makanan yang sangat dihargai. Kala itu, pemimpin Mongolia memerintahkan untuk menyajikan menu kaviar sebagai jamuan. Keberadaan telur ikan sturgeon memang sangat dihargai oleh Generasi dari Jenghis Khan.
  1. Disajikan dalam keadaan segar tanpa dimasak
Tekstur kaviar terbilang unik karena meskipun berbutir tapi setelah masuk ke mulut akan lumer. Dari segi rasa tidak jauh berbeda dengan telur ikan pada umumnya yang sedikit amis, dan gurih. Karena tekstur kaviar bisa rusak oleh suhu ekstrem berlebih, jadi dalam setiap penyajiannya, kaviar dibiarkan segar tanpa dimasak.
  1. Kaya nutrisi
Nutrisi yang terkandung dalam kaviar cukup banyak. Kebutuhan vitamin B-12 orang dewasa akan terpenuhi cukup dengan 10 gram atau satu sendok teh kaviar. Selain itu, juga kaya akan kalori, lemak, karbohidrat, protein, serat, dan natrium. Kaviar juga sangat baik untuk perkembangan otak anak dan daya tahan tubuh. Bahkan, juga mampu melawan pertumbuhan tumor dan kanker karena juga mengandung antioksidan.
  1. Tidak boleh disajikan dalam wadah logam
Salah satu kemewahan kaviar ialah tidak boleh disajikan menggunakan wadah berbahan logam. Jadi, biasanya akan disajikan pada wadah kaca dan kayu untuk menjaga keaslian rasanya.
  1. Harga yang fantastis
Dilansir dari Amazon, rata-rata harga kaviar per 250 gram ialah Rp 35 juta. Harga tersebut berlaku untuk jenis yang biasa, namun untuk jenis terbaik seperti beluga bisa mencapai ratusan juta rupiah. Sulitnya proses memperoleh telur ikan ini menjadi faktor utama yang membuat kaviar dijual dengan harga fantastis. Sebab, ada waktu tertentu untuk mendapatkannya, bergantung pada kondisi suhu dan alam. Selain itu, untuk menjaga kualitas kaviar tetap segar, proses panen dari ovarium ikan sturgeon serta pengolahan lebih terperinci. Proses tersebut biasanya melalui waktu berbulan-bulan.]]>

Baca Juga:   Beberapa Masakan Tradisional Indonesia yang Akan Anda Rindukan Ketika Anda di Luar Negeri

Artikel Lainnya

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More